Kamis, 14 Februari 2019

Gelombang Radio


Sederhananya, gelombang diartikan sebagai sebuah getaran yang merambat. Meski demikian, tidak semua getaran bisa diasumsikan sebagai gelombang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menjumpai gelombang dengan mudahnya. Hanya saja, mungkin kita abai pada detil dari gelombang tersebut. Salah satu jenis gelombang yang mudah dijumpai adalah gelombang cahaya. Pernah memperhatikan cahaya matahari yang sampai pada bumi? Cahaya ini diartikan sebagai gelombang. Anda bisa melihat secara kasat mata berkas cahayanya, namun tentu tidak getarannya. Selain cahaya, masih ada beragam macam gelombang ini. Lengkapnya, kami urai sebagai berikut. 

Pembagian Jenis Gelombang 


Macam-macam gelombang ini dibagi berdasarkan sifat tertentu. Pembagian ini juga dimaksudkan agar kajian terhadap macam-macam gelombang tersebut lebih menyeluruh. 

Jika merunut pada arah perambatannya, maka gelombang bisa dibagi ke dalam dua jenis, yakni: 
  1. Gelombang transversal. Yakni jenis gelombang dengan arah getaran yang tegak lurus dengan arah rambatannya. Satu gelombang dalam jenis ini terdiri atas satu lembah dan juga satu bukit. Contoh gelombang transversal ini adalah gelombang pada riak air dan gelombang pada benang yang digetarkan.

  1. Gelombang longitudinal. Jenis gelombang yang satu ini memiliki arah perambatan yang berhinpitan dengan arah getarannya di setiap bagian yang ada. Gelombang ini berupa rapatan juga renggangan. Contohnya adalah gelombang pada slingki atau pegas yang Anda tarik kemudian dilepas. Contoh lain dari gelombang longitudinal ini adalah gelombang bunyi.

Macam-macam gelombang jika didasarkan pada ada atau tidaknya medium perambatannya, terdiri atas: 
  1. Gelombang mekanik. Jenis gelombang yang satu ini memerlukan keberadaan medium. Medium ini bisa bermacam-macam baik itu padatan, gas atapun cairan. Contoh medium ini adalah tali, air, slinki atau udara. Fungsi medium ini sendiri adalah untuk menyalurkan energi agar proses penjalaran gelombang bisa berjalan. Contoh gelombang mekanik adalah gelombang bunyi. Ia memerlukan perubahan tekanan udara di dalam ruang sebagai medium. Tanpa udara maka sudah pasti suara tak bisa merambat. Contoh lainnya adalah gelombang ombak di pantai. Tanpa air maka ia tak akan bisa muncul sebagai gelombang.

  1. Gelombang elektromagnetik. Jenis gelombang yang satu ini tidak memerlukan adanya medium untuk merambat. Contoh paling nyatanya adalah gelombang cahaya. Misalnya cahaya matahari, tanpa medium apapun ia akan sampai ke bumi.

Salah satu fungsi gelombang sonar

Macam-macam gelombang apabila didasarkan pada sifat amplitudonya, antara lain: 
  1. Gelombang diam atau berdiri (disebut juga gelombang stasioner/gelombang tegak). Jenis gelombang ini memiliki amplitudo yang berubah-ubah. Contoh gelombang jenis adalah senar pada gitar yang dipetik oleh pemainnya.
  2. Gelombang berjalan. Jenis gelombang yang satu ini memiliki amplitudo yang statis atau tetap di tiap titik yang dilalului oleh gelombang itu sendiri. Contohnya adalah gelombang yang ada pada tali.

Secara umum, apapun jenis gelombang tersebut, ia akan selalu terdiri atas getaran baik itu yang kasat mata maupun yang tidak. Energi getaran ini bisa dijumpai lebih detil lagi jika gelombang dikaji mendalam. Kelompok gelombanya yang bersifat mekanik dan juga gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat yang kurang lebih sama. Sifat tersebut antara lain bisa dipantulkan atau refleksi, bisa dibiaskan atau refraksi, mampu berinterfasi atau dipadukan, dipersasi, mengalami difraksi atau pelenturan serta polarisasi. 

Demikian macam-macam gelombang yang dikenal dalam kajian ilmiah. Dalam keseharian kita bisa menjumpai bermacam-macam gelombang. Untuk menentukan jenisnya, tentu Anda harus memahami sifat gelombang itu sendiri. Dan tidak menutup kemungkinan, satu jenis gelombang masuk ke dalam dua macam kelompok gelombang. Misalnya saja gelombang cahaya, ia digolongkan sebagai gelombang elektromagnetik karena perambatannya yang tanpa medium dan sebagai gelombang longitudinal karena arah perambatannya yang paralel.

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas, dan merambat lewat udara, dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

ALOKASI FREKWENSI

Berikut ini adalah alokasi Spektrum Frekuensi Radio Internasional yang ditetapkan berdasarkan penentuan penggunaanya:
  • Tremendously low frequency (TLF) : < 3Hz : >100.000 km : Natural Electromagnetic Noise
  • Extremely Low Frequency (ELF) : 3 – 30 Hz : 10.000 – 100.000 km : Submarines
  • Super Low Frequency (SLF): 30 – 300 Hz : 1.000 – 10.000 km : Submarines
  • Ultra Low Frequency (ULF) : 300 – 3.000 Hz : 100 – 1.000 km : Submarines, mines
  • Very Low Frequency (VLF) : 3 – 30 kHz : 10 – 100 km : Navigation, time signal, Submarines, heart rate monitor
  • Low Frequency (LF) : 30–300 kHz : 1 – 10 km : Navigation, time signal, Radio AM (long wave), RFID
  • Middle Frekuensi (MF) : 300 – 3.000 KHz : 100 – 1.000 m : Radio AM (medium wave): (Banyak digunakan dalam radio siaran swasta niaga)
  • High Frekuensi (HF): 3 – 30 MHz : 10 – 100 m : Short wave Broadcast, RFID, radar, Marine and Mobile radio telephony: (Banyak dipakai untuk hubungan ke tempat yang jauh/ terpencil.)
  • Very High Frekeunsi (VHF) : 30 – 300 MHz :1 – 10 m : Radio FM, Television, Mobile Communication, Weather Radio : (Banyak digunakan untuk kepentingan hubungan jarak dekat)
  • Ultra High Frekuensi (UHF): 300 – 3.000 MHz : 10 – 100 cm : Television, Microwave device / communications, mobile phones, wireless LAN, Bluetooth, GPS, FRS/GMRS : (Banyak digunakan untuk kepentingan hubungan jarak dekat)
  • Super High Frekuensi (SHF) : 3 – 30 GHzv : 1 – 10 cm Microwave device / communications, wireless LAN, radars, Satellites, DBS: (Banyak digunakan untuk tererstrial dan satelit )
  • Extremely High Frekuensi (EHF) : 30 – 300 GHz : 1 – 10 mm High Frequency Microwave, Radio relay, Microwave remote sensing : (Banyak digunakan untuk tererstrial dan satelit )
  • Tremendously High Frequency (THF) : 300 – 3.000 GHz : 0.1 – 1 mm : Terahertz Imagin, Molecular dynamics, spectroscopy, computing/communications, sub-mm remote sensing.

Jaringan nirkabel

Jaringan nirkabel (Inggriswireless network) adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. 

Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasiteknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi

dari wikipedia